iklan hut ri ke 75 kelurahan wapunto

40 Milyar Tenggelam di Laut Muna “ Reklamasi Untuk siapa? “

40 Milyar Tenggelam di Laut Muna “ Reklamasi Untuk siapa? “
Foto : Lokasi Pembangunan Water Font City Yang kini terbengkalai ( Dok : Lafalmuna.com )

Lafal Muna.Com, Raha --– Jika di cermati Langkah Bupati Muna dalam melakukan pembangunan insfrastruktur di Muna, memang menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat. Pasalnya, metode pembangunan gaya Pemerintahan Rusman Emba terkesan memihak pada kelompok kelompok tertentu, bukan untuk kepentingan masyarakat Muna secara umum. Sebab, jika merujuk pada proyek proyek pembangunan di Era Rusman Emba, didominasi pembangunan infrastruktur yang sifatnya tidak terlalu penting bagi masyarakat ( bukan menjadi kebutuhan prioritas masyarakat ). Lihat saja proyek reklamasi pantai motewe, penimbunan areal tugu, penimbunan kawasan wamponiki, penimbunan pesisir Laino ( water font city ) serta penataan lahan stadion samping Kantor Kelautan dan Perikanan Kabupaten Muna. Dimana, kesemua proyek reklamasi tersebut telah menelan anggaran sebesar 40 Milyar Rupiah, namun tak memberikan sumbangsi bagi peningkatan baik itu dari sumber daya Manusia bahkan untuk peningkatan sektor perekonomian masyarakat.
Alhasil, sektor sector fital peninggalan Pemerintah sebelumnya, sama sekali tak di hiarukan. Padahal, bisa di bilang sektor tersebut merupakan kunci untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebut saja bangunan pasar modern laino. Mega proyek di era Dokter Baharuddin ini dibiarkan terbengkai dan menjadi bangunan tua.
Menurut catatan media ini, Pasar Modern Laino setidaknya membutuhkan anggaran sekitar 20 Milyar untuk penuntasannya. Namun ironis, Rusman Emba lebih memilih melakukan proyek reklamasi dengan anggaran 40 Milyar ke timbang menuntaskan pembangunan pasar modern laino. Atas dasar itu, maka tidak salah publik mempertanyakan kebijakan reklamasi di peruntukan untuk siapa? Kepentingan kelompok atau kepentingan Masyarakat?
Ketua Lembaga Sosial Rakyat Demokratik ( LSRD ) kabupaten Muna Subhan , S.sosmenuturkan seorang pemimpin hendaknya mempunyai Grend Design yang jelas dan terarah. Artinya, Pemimpin harus mampu membaca kebutuhan infrastruktur yang diperlukan masyarakat agar terciptanya stanilitas perekonomian.
“ Proyek reklamasi yang di usung Pemerintahan Rusman Emba menjadi sesuatu yang sia sia. Mengapa saya katakan sia sia. Proyek reklamasi ini kan bertujuan untuk,merubah sebuah kawasan rusak dan berair atau kawasan tak berguna menjadi sebuah kawasan yang berguna. Misalkan untuk perumahan dan kawasan obyek wisata ataupun kawasan niaga. Namun, jika melihat kondisi kita di Muna hari ini, kita umumnya tak memerlukan itu. Yang kita perlukan adalah adanya inovasi pembangunan. Dan jika inovasi itu tak mampu untuk diwujudkan, setidaknya kebijakan untuk merevitalisasi atau perbaikan sarana sarana infrastruktur fital seperti jalan dan pasar, “.Ungkap Subhan saat dimintai tanggapannya pekan lalu.
Ia menuturkan, seharusnya dalam setiap perencaan APBD Pemda Muna mampu melakukan Pembedahan Arah APBD agar tidak sia sia. Terlebih lagi, Pembedahan APBD juga menjadikan arah pembangunan menjadi lebih tepat dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat.
“ Harusnya Pemda Muna mampu merespon setiap apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan Anggaran 40 Milyar itu, setidaknya mampu menjawab permasalahan Utama di masyarakat hari ini. Contohnya Penuntasan Pembangunan Pasar Modern Laino, dan masalah air bersih yang dikeluhkan masyarakat Kecamatan Watuputih dan sekitarnya. Bukan malah menimbun laut, “ Tutur Subhan.
Perlu diketahui, untuk Proyek Reklamasi Pemda Muna telah menghabiskan Anggaran sebesar 40 Milyar. Rinciannya, Penimbunan Motewe Tahap pertama, sebesar 20 M, Tahap kedua 10 M, Penimbunan Areal Tugu 1,5 M, Penimbunan kawasan Wamponiki 2 M, Penibnunan pesisir Laino ( water font city ) 5 M, dan Penataan lahan stadion samping Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Muna sebesar 1,5 M.

 

Penulis : Imran Waru

Editor : Syahrial Ashaf

Tag : Reklamasi