iklan hut ri ke 75 kelurahan wapunto

Penantang VS Petahana di PILKADA Muna

Penantang VS Petahana di PILKADA Muna
Foto : Kantor Bupati Muna

Meskipun tahapan Pilkada Muna belum dimulai, namun gebyar gebyir dan tensi politik semakin tinggi, yang kesemuanya nyaris luput dari nalar yang sehat. Sebab, serang dan jegal mulai dipertontonkan secara telanjang. Penantang, mulai melakukan manufer yang membuat agak resah petahana, sehingga dibuatlah regulasi yang membatasi pergerakan. Ini adalah rekayasa yang secara politik tak lazim dilakukan, namun demi keselamatan dipaksakan dilaksanakan walaupun melabrak akal sehat.
    Asumi semua halal untuk tujuan politik sulit terelakan, dia akan bermain main pada perasaan dan bertanya, ini tak fair, tapi kok bisa terjadi. Gerakan melabrak logika akan terus terjadi sampai semua tujuan terlaksana. Sebab, penantang akan berusaha untuk melakukan gerakan yang simpulnya memenangkan pertarungan, sekaligus menghentikan langkah petahana. Sebaliknya, petahana akan melakukan cara dengan seribu jurus pamungkas untuk mempertahankan kekuasaan adalah hal yang tak bisa terpungkiri.
 Perlawanan antara petahana dan penantang di Pilkada Muna 2020 agak unik, sebab Baharuddin ingin tampil sebagai obesesi merebut kembali kekuasannya, yang menurut sejumlah loyalisnya, dia kalah dan terkalahkan di MK. Demikian pula Rajiun yang kini sebagai Bupati Mubar, dia akan meninggalkan singgasananya lalu mencoba bertarung di Muna induk. Lalu muncul sebuah pertanyaan, begitu hebatnya pretise sebagai Bupati Muna induk, sehingga Bupati Mubar, ihlas meninggaalkan kursi nyamannya.            
    Dari sejumkah penantang, dua nama yang menjadi catatan khusus petahana, yaitu Rajiun dan Baharuddin.  Itu bukan berarti Asrafil Ndoasa, Syarifuddin Udu, Hafili  Pau tidak memilik daya serang yang spektakuler. Tapi dua nama tersebut telah secara terbuka ingin merebut dan mengambil alih kekuasaan.  Nama Baharuddin muncul kepermukaan karena dia, mantan Bupati Muna yang  masih berkehendak untuk mengambil alih kekuasaan dari genggaman Rusman, demikian pula Rajiun yang saat ini sebagai Bupati Mubar, akan merasa nyaman kalau menjadi Bupati Muna, sebab  dia telah mendesain selama 15 tahun yang lalu.
    Posisi Syarifuddin Udu secara pelan menarik massa dari kandidat lain, demikian pula Hafili Pau dan Asrafil Ndoasa. Ketiga kandidat ini bergerak sangat rapih yang membut suara petahana tergerus. Misalnya, di Kecamatan Duruka yang kini menjadi basis Hafili Pau, akan semakin sulit petahana untuk mengulang kesuksesan saat pilkada 2015, jika tak habis habisan melakukan pergerakan. Sebab, masyarakat Duruka akan merasa bangga jika putra terbaiknya menjadi Bupati Muna. Hal yang sama posisi Syarifuddin Udu, sejumlah relawan Baharaddin bergeser merapat ke kubu Syarifuddin Udu serta ke Rajiun Tumada. Misalnya Asgaf Ombi yang dulunyaa pasukan loyalis Baharuddin, kini secara terbuka memasang baleho Rajiun di depan rumahnya.
    Yang pasti publik Muna berharap, agar Pilkada Muna akan berjalan aman dan tentu saja jujur serta demokratis, karena Rusman masih ingin berkuasa, demikian pula Baharuddin, Rajiun, Asrafil Ndoasa, Hafili Pau, Syarifuddin Udu, La Samahu serta Aswin mempunyai mimpi yang sama, yaitu memenangkan pertarungan. Mari kita dorong agar damai dan demokratis. ( *)    

Penulis : Tim LafalMuna.Com

Editor : Syahrial Ashaf

Tag : Pilbup Muna