iklan hut ri ke 75 kelurahan wapunto

Sangat Wajar Dan layak Rajiun Ingin Tampil Sebagai Gubernur

Sangat Wajar Dan layak Rajiun Ingin Tampil Sebagai Gubernur
Rajiun Tumada ( Bakal Calon Bupati Muna 2021 - 2016 )

LAFALMUNA. COM. RAHA --- Mempersoalkan Rajiun ingin tampil sebagai Gubernur, sama dengan mencari kutu kambing yang sementara berenang di sungai, itu adalah pekerjaan yang sia sia. Sebab Rajiun menggunakan hak konstitusinya sebagai warga Negara yang dijamin Undang undang. Lagi pula Rajiun tidak melukai hati orang, ketika dia berobsesi tampil sebagai Gubernur Sultra, justru akan memberi marwah terbaik  terhadap masyarakat jazirah Muna.

“ Saya tidak menemukan satu alasan yang rasional untuk melarang atau mempermasalahkan Rajiun tampil di Pilgub, sebab saya tak menemukan satu butirpun ayat yang melarangnya, sebab Rajiun menggunakan hak konstitusinya yang dijamin oleh Undang undang, sebab Negara memberi ruang kepada warga Negara untuk menjadi Bupati, Walikota, Gubernur dan juga Presiden. Disinilah penegasan yang harus dimaknai secara politik, mengapa Rajiun ingin tampil sebagai Gubernur. Lagi pula  tak ada  yang salah dari sikap politik Rajiun tersebut, karena ada ruang untuk dia masuki yang dijamin Negara sebagai wujud hak konstitusinya, “ ujar Drs H.Muhammad  Syahrial Ashaf, aktifis pergerakan Mahasiswa di era tahun  80 an di Makasaar.

 

BACA JUGA : GantI Rezim Sebagai Wujud Jihad Demokrasi Di Muna.

 

Mantan Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa ( BPM) FISIPOL UVRI Makasaar menambahkan, menjadi lucu ketika Rajiun berhayal untuk menjadi Kades, tapi kalau ingin menjadi Gubernur, itu adalah lompatan politik yang harus dilakukan. 

“ Saya kira memandang keinginan Rajiun untuk tampil di pilgub, harus dimaknai positif. Sebab hal ini juga pernah dilakukan Ridwan Bae, yang habis masa jabatannya sebagai Bupati  Muna tahun 2010, Namun  di tahun 2007 Ridwan telah melakukan sosialisasi menggunakan pesawat heli kopter  keliling Sultra, kok tak dipersoalkan ?.,Bahkan saat itu  saya mendorong Ridwan untuk lebih maksimal, dan itu dilakukannya. Ini juga dilakukan Rusman Emba, yang baru beberapa bulan menjabat Bupati Muna, tapi juga sudah melakukan sosialiasi CAGUB dengan tajuk PARADIGMA BARU.Sementara Rajiun belum melakukan  sosialiasai untuk calon Gubernur Sultra, kok menjadi heboh dipermasalahkan. Dia baru taraf keinginan ” semprot H, Syahrial.

Penulis buku Ekspresi Demokrasi Dalam kebudayaan ini menegaskan, Rajiun ingin menjadi Gubernur Sultra,  dia ungkapkan tahun 2017 saat Nur Alam melantiknya  sebagai Bupati Mubar di Kendari. “ Saya ingat bahasa yang diungkapkan Rajiun, bahwa kelak dia akan seperti Nur Alam, yaitu menjadi Gubernur Sultra.Rajiun memilih momentum yang tepat, sebab  pernyataan dia ingin menjadi Gubernur Sultra,  bertepatan  ada tiga Bupati yang dilantik bersamanya, yaitu Bupati Buteng dan Bupati Busel. Dia berhasil  mengirim pesan politik kepada rakyat Buteng dan Busel, bahwa setelah menjadi Bupati , dia akan mencalonkan diri sebagai Cagub Sultra. Ini pikiran cerdas dan rasional, karena Rajiun sadar, bahwa tangga yang bijak, setelah Bupati harus melebarkan sayap pengabdian menjadi Gubernur.” Terang Syahrial.

Jika Rajiun mencalonkan diri sebagai cagub bersamaan akhir masa jabatan Ali Mazi lanjut Syahrial, itu adalah momentum yang tepat. Sebab tak ada petahana yang tampil, jadi peluang untuk menang sangat terbuka, sepanjang ada partai politik yang mengusungnya.

” Momen politik yang diperebutkan adalah adanya peluang dan momentum yang tepat. Sebab membaca dan melihat Mubar di pimpin Rajiun menjadi kata kunci yang tak bisa dibantah, dia berhasil menata Mubar yang dibarengi dengan harmonisasi pranata social kemasyarakatan. Artinya, Rajiun layak untuk memimpin Muna dan juga meluaskan pengabdian memimpin Sultra,” Tandas Syahrial yang juga Alumni Diklat Jurnalistik tingkat nasional tahun 1989 di Bandung , Jawa barat.

Penulis : Cr 5

Editor : Syahrial Ashaf

Tag : Pilkada Muna 2020