iklan hut ri ke 75 kelurahan wapunto

Tak Ada Yang Salah Rajiun Belajar ke Bupati Buteng.

Tentang Pembangunan jalan

Tak Ada Yang Salah Rajiun Belajar ke Bupati Buteng.
Bupati Buteng Tengah , H. Samahuddin

LAFALMUNA. RAHA --- Aidin Haq mempermasalahkan Rajiun yang belajar membuat jalan ke Bupati Buteng, sebagai wujud kepanikan menghadapi keinginan massa yang mengehendaki Rajiun memimpin Muna, sebab langkah Rajiun memasuki Muna sulit terbendung, sehingga Aidin Haq telah kehabisan amunisi untuk menyerang, sehingga mencari hal hal yang tak rasional untuk menyerang.

“ Saya ingin tegaskan, tak ada yang salah ketika Rajiun belajar ke H Samahuddin untuk pembuatan jalan, sebab jejak rekam Samahudin, Bupati Buteng sebagai kontraktor, yang telah biasa dan berpengalaman membangun jalan. Disini terlihat kearifan Rajiun untuk bertanya kepada yang berpengalaman. Artinya, yang salah kalau Rajiun belajar membuat jalan ke ina ina penjual sayur di pasar laino, tapi kalau ke Bupati Bupati Buteng yang juga kontraktor, dimana salahnya ?” Tanya  Drs. H. M. Syahrial Ashaf, penulis buku Ekspresi Demokrasi Dalam kebudayan, serta pernah berpolemik dengan Prof. DR. Andi Muis SH, Guru Besar Unhas  di harian Fajar pada tahun 1991, disaat itu Syahrial baru menyelesaikan studinya ( Si) di fakultas llmu Sosial Dan politik UVRI Makasaar.

Mantan ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa ( BPM)  Fisipol UVRI Makasar ini menambahkan, proses pembelajaran antara Rajiun ke Samahuddin, bukan dalam pengertian Guru dan murid, sebab Rajiun bukanlah botol kosong yang akan diisi, tapi disitu ada proses bertanya, sehingga terjadi take and give antara Rajiun dan Samahuddin, jadi tidak ada salahnya.
“ Emha Ainun Najib yang biasa disapa Cak Nun adalah sastrawan besar, yang disetarakan dengan WS Rendra, Sutarji Colzum Bahri, Taufik ismail dan sejumlah nama nama besar lainnya. Tapi Cak Nun mengaku pernah  belajar ke Umbu Landu Parangggi tentang sastra dan kebudayaan selama 5 tahun. Disini terlihat kerendahatian Cak Nun. Padahal Cak Nun lebih popular dibanding  Umbu Landu Paranggi sebagai sastrawan. “ Terang Syahrial.

Penulis buku Sebilah Badik Disayap jibril ini menambahkan, belajar dan bertanya kepada seseorang yang ahlinya, itu layak untuk dilakukan, agar ketika mengambil langkah tidak keliru, sebab proses bertanya telah dilakukan untuk mendapatkan hasil yang paripurnah. Sehingga langkah Rajiun berdiskusi kepada Bupati buteng tentang pembuatab jalan, tak perlu dipersoalkan.

“ Semua orang tahu, ir Soekarno yang akrab disebut Bung Karno adalah seorang negarawan besar Indonesia yang sukses mengantar kemerdekaan Indonesia. Tapi dalam kemashurannya , dia mengaku pernah belajar kepada H.O.S Cokroaminoto tentang demokrasi dan politik dan kearifan berbangsa dan bernegara, karena Cokroaminoto sebagai pejuang kemerdekaan indonesdia . Bahkan Bung Karno juga mengawini putri cokroaminoto yaitu Oeteri Cokroaminoto menjadi isteri pertamanya. Jadi tak ada yang salah ketika Rajiun belajar ke Samahuddin ( Bupati Buteng)” Ungkap Syahrial.

Syahrial meminta kepada Aidin Haq, tak usahami menyerang Rajiun kalau hal yang remeh temeh, sebab gampang untuk dipatahkan. Lebih baik, publikasikan kehebatan dan keberhasilan  RE, jika ada yang layak untuk dibanggakan, sebab menyerang Rajiun, itu sia sia semata, karena masyarakat Muna telah jatuh cinta untuk memilih dan memenangkan Rajiun sebagai pengganti Rusman.

 “ Harusnya Aidin HaQ menjadi sales dan memperlakukan RE sebagai produk, jadi jualah produk itu agar laku, bukan menjelekan produk lain, sebab ketika selalu membangun citra negative terhadap Rajiun, dipastikan akan ada yang membatah dan mengkanter , karena pernyataan nyinyir itu sebagai wujud kepanikan dan kegugupan . ingat,  saya tak tinggal diam untuk membela Rajiun, karena seorang  Prof. DR yang juga  Guru besar Unhas saja  saya lawan berpolemik dengan kemampuan yang saya miliki   .” Tandas Syahrial.                   

Penulis : CR. 1

Editor : Syahrial Ashaf

Tag : sosok