iklan hut ri ke 75 kelurahan wapunto

MEMAHAMI JEJAK POLITIK RAJIUN

Oleh. H. Muhammad Syahrial Ashaf

MEMAHAMI  JEJAK  POLITIK  RAJIUN
Drs. H. Muhammad Syahrial Ashaf ( Pimpinan Redaksi lafamuna.com, dan pengarang buku )
Matahari pagi bersinar dengan cerah, itu terjadi tigapuluh tahun yang lalu, ketika dua pelajar SGO Kendari berdialog tentang masa depannya, ketika tamat dari SGO. Dialog ini terjadi  di pondokan yang sederhana, Sebab  dindingnya dari jalajah,lalu beratap nipah, bahkan untuk tidur  , itu hanya sebuah bantal guling untuk dua orang.
Dua pelajar SGO Kendari itu adalah Isra Alwi yang hanya sukses menjadi Kepsek SD di Muna dan  sudah diganti pula, lalu Rajiun Tumada Ilaihi  yang kini menjadi Bupati Mubar, dan akan bertarung di Pilkada Muna, sebab masyarakata Muna memanggilnya. Dia adalah putra sang fajar untuk memaksimalkan pembangunan di Muna agar sama atau mungkin terjadi lompatan jauh kedepan  dari kabupaten dan kota di Sultra.
Dialog dua pelajar SGO Kendari itu yang terjadi 30 tahun yang lalu sangat inspiratif, sebab Rajiun hanya melilit sarungnya di leher lalu berdiri seraya menatap matahari, “ Saya akan menjadi Bupati Muna!”.
Pernyataan Rajiun tersebut mengagetkan Isra. “ Eh, jangan ko Gila, tamat saja SGO  belum, kok sudah menghayal menjadi bupati, “ sambut isra lansung tertawa .
Spontan Rajiun menatap isra, lalu mengatakan “ Kocatat  apa yang saya katakan hari ini, dan saya akan buktikan untuk menjadi Bupati Muna.” Tegas Rajiun sambil keduanya berpelukan dengan haru, sebab hari ini belum tahu apa yang akan mereka makan. Sehingga ketika Rajiun menjadi PJ Bupati Mubar, Isra datang untuk mengucapkan selamat sebagai teman sekamar yang sekaligus sesama penderitaan. Ungkapan canda dan polos keduanya terus mengalir, sebab Rajiun mengatakan, “ Bagaimana ko lihat ruanganku ini?”. Dan israpun dengan polos menjawabnya, “ya. Sudah  lebih baik dari tempat kost kita dulu. Sebab  tak lagi  pakai kayu buli dan atap nipah”. “ Jawab isra.,
Pertemuan kedua sahabat ini yang agak lama tak bertemu menjadi momen yang mengharukan dan monumental.Sehingga mengalirlah cerita cerita yang melodramatic diantara keduanya disaat sama sama  menjadi pelajar SGO Kendari. Suka duka tentang  kampong tengah menjadi hal serius mereka bahas. Mereka menjadi sudah terbiasa, jika makan kambuse tanpa lauk, dan biasa hanya dicampur papaya rebus, dan kalau makan kapinda, itu sudah sudah mewah. Keduanya sadar, mereka sudah khatam untuk ukuran penderitaan kampong tengah, sehingga kelenjar adrenalin terpompa untuk hidup lebih baik. Dan ketika Isra akan pamit, Rajiun memberi ongkos pulang ke Raha seraya mengatakan, “ jangan segan segan temui saya, jika ada perlumu, mungkin saya bisa bantu”. Dan israpun hanya senyum senyum saat menerimah amplop itu dan menduga kira kira berapa isinya. Dan lima belas menit kemudian, dia berhenti di pinggir jalan untuk membuka  amplop, dan isinya setara untuk gaji 3 bulan sebagai Kepsek SD. Senyum simpul dibalik wajah Isra yang polos dan lugu. Diapun berguman dalam hati, Rajiun adalah sosok  yang sulit dilupakan, hatinya sangat baik dan tahu diri sebagai manusia. Tidak sombong dan juga tak lupa daratan.   
Sepenggal kisah  pertemuan Rajiun dan Isra menjelaskan kebeningan hati Rajiun, bahwa dia tak pernah  lupa dengan teman. Dia berbagi kebahagiaan dengan sahabatnya, dan kenyataan ini menjadi jelas, dia tak lupa dengan orang orang yang membantunya untuk terpilih menjadi Bupati Mubar. Komonikasi masih selalu terjadi.  Rajiun sadar siapa dirinya, bahwa kesuksesan yang ada pada dirinya, itu terjadi berkat kerja kolektif,karena ada bantuan orang lain yang ikut mengantarnya ke gerbang kesuksesan . Sebab  sering terjadi, ada orang ketika telah sukses terpilih menjadi orang penting, misalnya Bupati, lalu lupa dengan orang orang yang pernah membantunya. Itu tak terjadi pada Rajiun, sebab sosok Rajiun sangat memperhatikan orang orang yang pernah membantunya.
 Catatan Pinggir
  Sejak Bupati Muna dijabat Laode Abdoel Kodoes sampai Rusman Emba, tak satupun yang pernah berpikir untuk menjadi Bupati Muna disaat sekolah di SMA. Sementara Rajiun sejak  SGO sudah berobsesi , bahkan ada yang menyebut sejak SMP, Rajiun telah bercita cita  untuk menjadi Bupati Muna.
Gambaran ini sangat jelas, tampilnya Rajiun di gelanggang Pilkada Muna, bukan lahir secara tiba tiba, tapi dia mengikuti alur nuraninya untuk kelak menjadi Bupati Muna, seperti yang dia ungkapkan sejak sekolah di Sekolah guru Olahraga ( SGO ) Kendari, sebab ketika tahun 1990, belum ada bayangan, bahwa Muna akan dimekarkan. Demikian pula akan “ bebasnya” tokoh untuk mencalonkan diri sebagai Bupati. Sebab era Orde Baru, hanya tiga unsure yang melenggang mulus untuk menjadi Bupati, yaitu unsure birokrasi, akademisi kampus dan unsur ABRI. Namun bergulirnya era reformasi, semua warga Negara diberi hak yang sama untuk tampil sebagai Bupati. Artinya, jika reformasi tak bergulir, tak mungkin Ridwan bae dan Rusman,  menjadi Bupati Muna, demikian pula dr Baharuddin, dipastikan akan focus untuk berkarier sebagai dokter, hal yang sama dengan Rajiun yang berprofesi sebagai guru olahraga. Artinya, reformasi menjadi peta- jalan 4 sosok ini menjadi Bupati.
Berpikir sejak dini untuk menjadi Bupati Muna, itulah kelebihan Rajiun yang dia matangkan dalam bentuk aksi. Ini terlihat di Pilkada 2005. Dia berusaha untuk diusung Koalisi Mondalalu. Namun langkahnya terganjal, sebab ditengah jalan, koalisi ini bubar, sehingga Rajiun gagal sebagai salah satu  kontestasi. Rajiun tidak berhenti melangkah, sebab di Pilkada 2010, lagi lagi dia berusaha untuk tampil yang berpasangan dengan birokrasi senior H. La Bunga Baka, namun terbentur pada partai pengusung.
Dari alur ini semakin jelas, Rajiun punya nazar politik untuk memimpin Muna yang cukup besar. Dia berusaha memetakan langkah langkah politiknya,untuk mencapai tujuan akhir. Artinya, Rajiun telah menyiapkan sejumlah gagasan untuk Muna yang lebih baik, sebab dia sadar, poisisi Muna masih marginal, sehingga perlu kejutan yang luar biasa, agar Muna bangkit dan mampu melewati Kabupaten dan Kota di Sultra. Sebab Rajiun punya konsep untuk mendinamisasikan Muna menjadi yang terbaik di jazirah Sultra.
Rajiun bukanlah tamu di Muna induk. Dia punya hak yang sama  dengan Rusman, Baharuddin atau Syarifuddin untuk tampil di Pilkada Muna. Persoalnnya, ada yang ketakutan dengan sosok Rajiun, padahal Rajiun ingin menunaikan nazar politiknya untuk memimpin Muna agar Muna lebih baik lagi. Dan harus diingat, keinginan Rajiun memimpin Muna induk, adalah memperbesar wilayah pengabdian dengan sejumlah konsep agar Muna yang tercerahkan.                                                 
 Hakekat Yang Diemban.
Konsep atau gagasan berpikir  Rajiun agar Muna yang tercerahkan sangat jitu, yaitu menyentuh semua elemen.Yaitu bebas pakaian seragam sekolah dan pakaian olahraga dari SD sampai SMP. InI telah  dia lakukukan di Mubar. Artinya, pakaian ini diberikan gratis, sehingga orang tua tak lagi terbebani dan pusing ketika akan memasukan anaknya ke sekolah. Program ini belum terlaksana di Muna, dan Rajiun akan menggalakan dan menyepurnakannya lagi. Demikian pula imam imam desa serta pegawai syara lainya akan diberikan honor yang lebih besar lagi. Sebagai bentuk penghargaan kepada imam Desa dan pegawai syara. Hal yang sama juga untuk Asn, akan diberikan Tunjangan Perbaikan Penghasilan, sebab   hanya Muna belum terlaksana dari 17 kabupatan dan Kota se Sultra
Memberi ruang untuk Rajiun memimpin Muna induk, seperti menatap pulau harapan yang akan memberikan kebahagian. Sebab Rajiun bukanlah tipikal yang hanya berdiam diri, tapi sosok yang gelisah agar Muna lebih baik. Mari bersama berpegang tangan untuk kemajuan Muna, dan Rajiun yang paling tepat.  
      
( Penulis Buku Ekspresi Demokrasi Dalam kebudayaan)
 
           
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Penulis : Tim LafalMuna.Com

Editor : Syahrial Ashaf

Tag : Opini